Karena itu, tidak heran jka semakin banyak yang berkunjung ke alamat situs ini, www.detik.com. Karena serbakomputer, jumlah pembacanya tercatat akurat. Juli 1998 per harinya baru 30.000 hits dengan 2.500 user. Maret 1999, hits per harinya sudah 214.000 atau 6.420.000 hits per bulan, user-nya 22.000. Juni 1999 naik lagi menjadi 536.000 hits dengan 30.000 user. Catatan terakhir, per 12 Oktober 1999, mencapai 707.696 hits dengan 38.000 user. Hebatkan?

Setiap angka di atas berarti uang besar bagi pemilik situs ini, Abdul Rahman, Budiono Darsono, Yayan Sopyan, dan Didi Nugrahadi. Karena itu, sekarang mereka tengah menawarkan 55% kepemilikannya kepada investor baru. "Kelak, merekalah (investor baru) yang akan mengurus sisi bisnisnya," kata Budiono.

Entah, siapa yang akan muncul sebagai pembeli Detikcom. Tapi, untuk sementara ini sudah ada lima perusahaan yang mengajukan penawaran. Dari Hongkong dua perusahaan, Singapura, Amerika, dan satu penawar lokal. Harganya, lumayan mahal. Sebab, situs ini diperkirakan bernilai Rp 38 miliar. Angka itu muncul karena setiap user dihargai Rp 1 juta. Tapi, menurut Budiono, itu tergolong murah. Pasalnya, situs Yahoo saja dihargai US$ 1.500 per user. "Sekarang tinggal menentukan nilai saham yang akan dibeli," katanya.

Untung besar? Pasti. Soalnya, dulu, modal untuk membangun Detikcom cuma Rp 40 juta.

(Disalin dari Kontan EDISI 5/IV Tanggal 25 Oktober 1999)