C. RosE-Portfolio di Rose-Hulman Institute of Technology

1.     Sekilas Tentang Proyek RosE-Portfolio

Dalam 3 kriteria ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) 2000, Portofolio diidentifikasi sebagai suatu metode pendokumentasian dan penilaian outcome peserta didik. Portofolio memberi beberapa keuntungan di dalam menilai outcome peserta didik (contoh-contoh dari karya peserta didik dari waktu ke waktu, suatu pandangan tentang belajar dan perkembangan), tetapi kekurangannya (permasalahan administrasi dan penyimpanan, berkenaan dengan keamanan dan sebagainya) harus diseimbangkan dengan keuntungan tersebut. Dalam implementasi RosE-Portfolio di Rose-Hulman Institute of Technology, administrasi dan peserta didik telah meghadapi masalah ini. Hasilnya adalah sistem portofolio berbasis web yang berfokus pada “karya terbaik” peserta didik dan menghendaki suatu “pernyataan reflektif” di mana seorang peserta didik mendemonstrasikan relevansi pekerjaan dengan tujuan outcome belajar. RosE-Portfolio dikembangkan melalui melalui suatu pilot project.

2.     Kelebihan dan Kekurangan Portofolio

Perhatian zaman sekarang ini dalam penggunaan portofolio untuk mendokumentasikan outcome peserta didik dalam pendidikan ahli teknik (engineering) dipengaruhi oleh pengadopsian kriteria akreditasi ahli teknik yang telah direvisi, Engineering Criteria 2000 (EC 2000). Dalam kriteria 3, portofolio disebut sebagai satu cara untuk mendokumentasikan dan menilai outcome peserta didik. Dalam sebuah paper yang dikeluarkan oleh Joint Task Force pada penilaian pendidikan ahli teknik tahun 1996, portofolio ditujukan sebagai terkorelasi dengan sembilan dari sebelas ciri-ciri tamatan ahli teknik yang diinginkan yang tercantum dalam EC 2000.

Suatu portofolio telah dijelaskan sebagai suatu kumpulan karya peserta didik yang sarat tujuan (purposeful) yang menunjukkan usaha peserta didik, kemajuan dan prestasi peserta didik. Koleksi tersebut harus memasukkan partisipasi peserta didik dalam memilih isi, kriteria untuk pemilihan, kriteria penentuan manfaat, dan bukti dari refleksi diri peserta didik. Sementara ada persetujuan definisi portofolio, tidak ada cara yang benar untuk mendesain proses portofolio. Desainnya harus mengarah pada pemahaman yang jelas tentang outcome yang diinginkan dari penggunaan portofolio dan keterampilan tertentu yang dinilai. Outcome yang diinginkan akan menentukan desain dan fokus dari proses portofolio. Portofolio tidak berakhir pada portofolio itu sendiri tapi harus dikembangkan dengan suatu visi yang jelas dari outcome yang diinginkan.

Ada banyak manfaat dan beberapa keuntungan dalam penggunaan portofolio pekerjaan peserta didik sebagai suatu alat penilaian outcome peserta didik. Portofolio dapat:

  1. Memberi banyak contoh pekerjaan peserta didik dari waktu ke waktu;
  2. Memberi pandangan yang lebih luas dan lebih mendalam tentang keterampilan dan pengetahuan peserta didik;
  3. Memungkinkan penilai untuk mendasarkan penilaian pada pekerjaan yang lebih otentik untuk menentukan usaha, kemajuan dan prestasi peserta didik
  4. Memberi suatu pandangan tentang belajar dan perkembangan;
  5. Memungkinkan menilai banyak komponen-komponen kurikulum dalam waktu bersamaan;
  6. Memberi proses peninjauan dan penilain portofolio yang menawarkan suatu kesempatan, baik untuk perubahan dan pengembangan fakultas, diskusi tentang maksud dan tujuan kurikulum, meninjau kriteria penilaian, dan program umpan balik;
  7. Memberi hasil yang mungkin lebih berarti pada semua tingkatan (individu peserta didik, program atau lembaga) dan juga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik/preskriptif;
  8. Meningkatkan power dari pengukuran kinerja maksimum terhadap “kecepatan” terbatas atau lebih artifisial pada tes atau sampel dalam kelas;
  9. Meningkatkan partisipasi peserta didik (seleksi, revisi, evaluasi) dalam proses penialaian;

Penggunaan portofolio juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan ketika memilih suatu metode penilaian, kekurangan tersebut adalah:

  1. Masalah penyimpanan dan administrasi;
  2. Biaya berkenaan dengan usaha dan waktu evaluator:
  3. Hambatan dalam kriteria validitas dan reliabilitas;
  4. Keterkaitan dengan kemampuan bahasa suatu agenda tersembunyi dalam proses adalah menvalidasi nilai mereka atau mengevaluasi keefektifan mengajar mereka;
  5. Berkenaan masalah keamanan yang mungkin timbul ketika apakah sampel yang diajukan mewakili karya peserta didik sendiri, atau menempel pada kriteria penilaian lain.

3.     Proses Penilaian di Rose-Hulman

Pada musim semi 1996, fakultas, staf dan peserta didik sepakat untuk membentuk komisi penilaian outcome peserta didik (CASO/Commissions on the Assessment of Student Outcomes). Mereka ditugaskan untuk mengembangkan suatu perencanaan penilaian institusional yang menjadi alat untuk perbaikan terus menerus terhadap kurikulum, pelayanan dan fasilitas lembaga dan memenuhi kebutuhan regional dan program akreditasi. Anggota CASO mewakili sebagian besar dimensi lembaga ada perwakilan fakultas dari setiap departemen akademik, staf unit administrasi utama, dan peserta didik yang mewakili asosiasi student government setelah menyelesaikan pernyataan tujuan lembaga, tujuan-tujuan yang mewakili kelompok pemilih –fakultas, staff, alumni, dewan pekerja, dewan advisor nasional, tercakup di dalam pengembangan outcome belajar peserta didik. Berdasarkan pada umpan balik mereka, kami memulai proses penjaringan dan revisi tujuan lembaga. Proses ini dilakukan berulang-ulang dalam komunitas Rose-Hulman ketika modifikasi dilakukan dengan menciptakan rencana dalam konteks konsultasi dan umpan balik, kami menghindari pengisolasian rencana dari lembaga sambil berusaha secara simultan untuk mendukung perkembangan rencana itu sendiri.

Penilaian outcome peserta didik merepresentasikan suatu porsi yang signifikan dari perencanaan tersebut, dan kebanyakan pengembangannya terjadi pada musim panas 1997. Pada saat itu, suatu subtim CASO disewa selama musim panas tersebut untuk mencurahkan perhatian tertentu pada penilaian outcome peserta didik sebagai suatu rencana. Tujuan dari outcome peserta didik adalah menanamkan pada tamatan kita keterampilan yang tepat terhadap profesi mereka dan belajar seumur hidup. Ada sembilan subtujuan khusus pada keterampilan ini: etika, tim, komunikasi, kesadaran global, eksperimen, desain, praktek ahli teknik, interpretasi data, dan persoalan-persoalan sekarang. Setiap keterampilan ini memiliki kriteria kinerja yang spesifik yang memberi definisi keterampilan. Sementara kita mengetahui keterampilan tersebut kita ingin peserta didik memilikinya ketika tamat, kita tidak yakin metode pengumpulan data apa yang akan digunakan untuk menentukan bahwa peserta didik memiliki keterampilan tersebut. Fakultas telah meneliti berbagai metode pengumpulan data yang mungkin untuk diimplementasikan. Metode ini termasuk tingkatan mata pelajaran, quisioner dan survei, tes baku, metode kualitatif, dan portofolio kami mengembangkan kriteria utama untuk memilih suatu metode pengumpulan data. Metode tersebut harus:

  1. Menawarkan informasi yang kaya dan berkualitas tentang peserta didik kita dalam area outcome yang luas;
  2. Menghasilkan hasil yang valid dan merefleksikan keunikan dari Rose-Hulman;
  3. Memakasakan secara minimal waktu peserta didik dan fakultas;
  4. Melayani peserta didik dengan mengajak mereka sebagaimana mereka dipersiapkan untuk karir dan menamatkan pendidikan.

Setelah mengkaji dari berbagai literatur tentang metode pengumpulan data, kami memutuskan bahwa portofolio yang paling memenuhi kriteria yang dibuat dan menjadi sumber utama pengumpulan data untuk menilai outcome peserta didik dan memberi alat untuk mengevaluasi keefektifan program kami, tujuan dari adopsi proses portofolio adalah untuk:

  1. Untuk memberi peserta didik mekanisme untuk mendokumentasikan kemajuan mereka terhadap pencapaian tujuan outcome belajar lembaga;
  2. Memberi peserta didik suatu alat untuk melihat pekerjaan mereka dalam suatu format multimedia;
  3. Melibatkan peserta didik dalam refleksi tentang belajar mereka sebagai peserta didik;
  4. Melibatkan fakultas dalam penilaian otentik dari outcome belajar peserta didik dan lembaga secara meluas;
  5. Memberi suatu metode yang efisien bagi fakultas untuk mereview dan menilai kepatuhan peserta didik;
  6. Mengangkat pembuatan keputusan berbasis bukti dalam perbaikan proses lembaga.

Desain RosE-Portfolio dirancang dan dikembangkan oleh fakultas dan staf Rose-Hulman. Rancangan tersebut terarah pada bagaimana portofolio digunakan oleh peserta didik dan fakultas.

RosE-Portfolio utama sebagai berikut:

  1. Mudah penggunaannya;
  2. Akses kontrol peserta didik (selain penasehat dan penilai fakultas);
  3. Kemampuan mengarsipkan materi peserta didik dalam format multimedia;
  4. Akses pengguna RosE-Portfolio dengan menggunakan banyak kriteria pencarian;
  5. Kemampuan peserta didik untuk memperbarui dan mengganti materi;
  6. Akses pengguna RosE-Portfolio on line, kapan saja;
  7. Rating fakultas ditempuh dan dikumpulkan secara otomatis;
  8. Kemampuan rater fakultas untuk menyediakan bagi peserta didik umpan balik online;
  9. Kepatuhan peserta didik terfokus pada outcome belajar yang ditentukan lembaga.

Spesifikasi desain pernah diperkenalkan, versi Alpha dari RosE-Portfolio dikembangkan menjadi evaluasi. RosE-Portfolio dirancang sebagai suatu sistem berbasis web yang memungkinkan peserta didik untuk mengakses RosE-Portfolio mereka dengan menggunakan network nama pengguna dan password. Rancangan tersebut termasuk suatu segi kompresi yang secara otomatis mengkompres dokumen ketika peserta didik memasukkannya ke RosE-Portfolio. Ini meminimalkan space yang dibutuhkan dalam penyimpanan data. Masing-masing dari tiga komponen utama (input, output dan proses) telah diperiksa secara hai-hati terhadap sumber-sumber yang tersedia dengan keterbatasan yang disediakan. Secara umum komponen input sistem portofolio elektronik melingkupi kepatuhan materi, modifikasi informasi dalam pilihan portofolio, penilaian online dan opsi umpan balik (untuk diimplementasikan) dan akhir seleksi pilian pengguna (untuk diimplementasikan), penyelidikan, penyaringan dan tinjauan hal-hal dari portofolio dan membuat laporan rutin dan ad hoc (untuk diimplementasikan) yang ada dalam komponen input. Komponen proses adalah “otak” dari sistem yang mengontrol keamanan yang ditangani dari portofolio, menjaga akar terjemahan dan mendefinisi hubungan antara tujuan-tujuan yang ada dan materi yang diajukan, menempuh kegiatan transaksi, menggabungkan informasi latar belakang peserta didik dari sistem resmi kampus (untuk diimplementasikan), mengajukan pertanyaan dan hasil penyelidikan. Database yang akahir-akhir ini digunakan adalah Oracle. Hal tersebut melakukan fungsi penting penyelidikan dan semua pengarsipan untuk memenuhi spesifikasi rancangan.

Sebagai tambahan terhadap hal-hal yang teridentifikasi untuk digunakan peserta didik, layar khusus telah dikembangkan untuk penilai fakultas dan penasehat fakultas. Mereka dibolehkan untuk menyelidiki penggunaan kriteria penyelidikan multi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi. Para penilai fakultas akan dapat menyelidiki dengan mempelajari tujuan outcome dan kriteria kinerja. Untuk tujuan penilaian kepatuhan, peserta didik tidak teridentifikasi melalui nama, kepatuhan akan ditentukan oleh satu angka. Ini akan memungkinkan penilai fakultas menjadi lebih objektif tentang pekerjaan peserta didik yang akan mereka evaluasi. Penasehat fakultas hanya akan memiliki akses terhadap pekerjaan orang yang dinasehati. Merka dapat menyelidiki melalui tujuan outcome untuk semua orang yang dinasehati atau melalui suatu subset kriteria kinerja.

Karena kami ingin membuat portofolio yang menarik bagi peserta didik, kami bermaksud memberi setiap peserta didik portofolio elektronik mereka dalam CD ROM ketika mereka tamat. Dengan cara demikian portofolio menjadi suatu bagian yang permanen dari pengalaman belajar peserta didik.

4.     Pilot Project RosE-Portfolio

Sebelum mengimplementasikan sistem RosE-Portfolio untuk semua masukan peserta didik kami bermaksud mengevaluasi sistem tersebut untuk menentukan hal-hal berikut:

  1. Kemudahan pemakaian bagi peserta didik dan fakultas;
  2. Kejelasan tujuan outcome dan kriteria kinerja;
  3. Kemampuan peserta didik untuk mendokumentasi kemajuan mereka terhadap pencapaian outcome belajar lembaga;
  4. Kejelasan pembelajaran untuk menggunakan sistem oleh peserta didik dan fakultas;
  5. Sikap peserta didik terhadap penggunaan sistem tersebut;
  6. Ketahanan infrastruktur elektronik untuk menjalankan banyak format;
  7. Kenyamanan fakultas dengan penskoran kepatuhan peserta didik secara menyeluruh;
  8. Kemampuan penilai fakultas untuk mengaplikaskan rubrik yang dikembangkan untuk penilaian kepatuhan;
  9. Fakultas dan peserta didik percaya bahwa implementasi proses RosE-Portfolio akan memberi lembaga informasi untuk memperbaiki program pendidikan.

Tigapuluh peserta didik sukarela, masing-masing dibayar $100 dan menjadi wakil yang representatif dari kelas/tingkat dua-mayor, rata-rata usia, gender, ras dipilih untuk berpartisipasi dalam pilot study. Mereka diminta untuk mengajukan karya terbaik mereka sekarang ini yang dirasa menunjukkan kemajuan mereka terhadap prestasi/pencapian kriteria kinerja tertentu di bawah subtujuan masing-masing. Sebagai tambahan, setiap peserta didik diminta untuk menulis suatu pernyataan reflektif yang menjelaskan mengapa dia percaya bahwa kepatuhan memenuhi kriteria kinerja tertentu. Materi peserta didik yang diajukan merupakan pilihan mereka sendiri dari antara semua pengalaman Rose-Hulman. Materi tersebut berasal dari pekerjaan pada mata pelajaran tertentu, aktivitas ko-kurikuler atau pengalaman lain (seperti pengalaman intern, perjalanan asing). Karena penilai fakultas menilai kepatuhan peserta didik berdasarkan standar yang dikembangkan untuk peserta didik senior, maka penting untuk menekankan bahwa mereka diharapkan memilih karya yang paling menunjukkan kemajuan mereka dalam pencapaian tujuan outcome belajar.

Peserta didik diberi waktu sepuluh minggu untuk melengkapi proyek tersebut dan kemudian berpartisipasi dalam suatu penilaian meluas dari pengalaman pada pilot proyek yang termasuk menulis kuisioner dan kelompok fokus. Selama periode waktu ini mereka mengajukan lebih dari 130 file kepada RosE-Portfolio.

Pada bulan Juni, sebuah kelompok fakultas yang terdiri dari enam evaluator menghasilkan waktu selama dua hari mengkaji dan menilai materi yang diajukan oleh para peserta didik. Tim fakultas tersebut membentuk dua anggota kelompok kemanusiaan, dua dari sains, dua dari ahli teknik. Materi tertulis telah dikembangkan bagi penilai yang menjelaskan konsep penskoran menyeluruh dan penggunaan rubrik untuk menilai karya peserta didik.

Tujuan utama sesi dua-hari tersebut adalah untuk menentukan kejelasan dari materi tertulis dan pembelajaran bagi penilai fakultas dan kemudahan penskoran menyeluruh dan pengaplikasian penilaian rubrik. Kami juga tertarik dalam menemukan apakah penilai fakultas percaya atau tidak bahwa penggunaan RosE-Portfolio akan menghasilkan tipe informasi dari peserta didik yang akan membantu kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki program kami.

5.     Hasil-hasil Penilaian

Peserta didik sebagai sukarelawan melaporkan bahwa mereka, pada umumnya merasa mudah untuk menyimpan dokumen dalam sistem RosE-Portfolio. Mereka merasa pembelajaran jelas dan outcome belajar peserta didik mudah dipahami. Mereka merasa bahwa pernyataan reflektif merupakan suatu bagan yang bernilai dari proses kepatuhan. Lebih dari 50% peserta didik menganggap pengajuan bukti outcome belajar merupakan hasil aktivitas di luar ruangan kelas. Sebagai tingkat kedua, para peserta didik ini melaporkan bahwa mereka berpikir tujuan-tujuan yang paling sulit yang harus mereka dokumentasikan saat mereka tamat. Hal-hak yang dihubungkan dengan etika dan tanggung jawab profesi dan memahami bagaimana masalah-masalah kontemporer membentuk dan dibentuk oleh matematika, sains, dan ahli teknik. Peserta didik optimis bahwa penggunaan proses RosE-Portfolio akan memberi informasi kepada Rose-Hulman yang akan membantu memperbaiki program-program. Lebih dari 50% peserta didik tingkat dua berpartisipasi di dalam pilot project yang menunjukkan bahwa mereka mungkin akan melanjutkan penggunaan RosE-Portfolio untuk mendokumentasikan outcome belajar mereka.

Fakultas. Fakultas melaporkan kemudahan reliabilitas inter-rater dan penggunaan penskoran menyeluruh. Mereka juga menemukan bahwa beberapa kriteria kinerja tidak tertulis secara jelas dan beberapa kriteria terlalu kompleks dengan lebih dari satu kinerja yang diharapkan dalam setiap kriteria. Fakultas mengusulkan untuk merevisi beberapa kriteria agar jelas memeriksa kepatuhan peserta didik. Ada perhatian umum tentang kemapuan peserta didik untuk mengembangkan pernyataan reflektif tertulis yang baik dan rekomendasi dibuat bahwa pembelajaran peserta didik harus menekankan apakah sebuah “kalimat reflektif” dan pentingnya refleksi itu sendiri.

Program. Sekalipun tujuan dari prototipe tersebut adalah untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses RosE-Portfolio dan bukan untuk mengevaluasi suatu program yang ada, kami berpikir mungkin sangat membantu dan memberi contoh seperti apa hasil setalah penilaian selesai. Gambar di bawah merepresentasikan hasil penilaian yang sesungguhnya pekerjaan peserta didik yaitu mereka mengajukan dokumen dalam portofolio mereka berhubungan dengan outcome peserta didik:

  1. Pengetahuan tentang etika dalam organisasi di mana mereka menjadi anggotanya;
  2. Kemampuan mengevalusi dimensi etika ahli teknik yang profesional, matematika dan praktek-praktek ilmiah.

Dari hasil survei didapatkan bahwa hanya 26% dari peserta didik yang melakukan kepatuhan pada akhir tahun kelas/tingkat kedua memenuhi persyaratan yang dibuat. Untuk kriteria 1 dan 32% dari kepatuhan untuk kriteria 2. Secara keseluruhan, 26% dari keseluruhan kriteria memenuhi untuk outcome ini. Tim evaluasi fakultas diminta untuk mengkaji data dan membuat rekomendasi di mana di dalam kurikulum peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar dan mempraktekkan kesempatan untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan yang digambarkan dalam kriteria. Mungkin peserta didik tidak terbuka terhadap informasi atau keterampilan sehingga mereka berada di level mata pelajaran yang lebih tinggi atau mata pelajaran di dalam level lebih di bawah yang ditunjukkan terhadap outcome-outcome ini yang difokuskan pada kriteria yang berbeda. Nilai dari proses ini tergantung pada kemampuan fakultas menganalisis data dan membuat rekomendasi berdasarkan syarat metodologi evaluasi.

6.  Motivasi untuk Partisipasi Peserta didik dalam RosE-Portfolio

Apakah manfaat di dalamnya bagi peserta didik? Salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan adalah mengapa peserta didik dimotivasi untuk menjaga RosE-Portfolio mereka dalam melakukan proyek ini dengan serius? Desain dari sistem tersebut memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “Customize” website RosE-Portfolio mereka. Mereka didorong untuk menggunakan RosE-Portfolio mereka untuk merepresentasi pengetahuan dan keterampilan mereka terhadap berbagai outcome belajar sebagaimana mereka melakukan masa belajar mereka, kerjasama atau pekerjaan setelah tamat. Kantor pelayanan karir pada Rose-Hulman telah tercakup dalam pengembangan RosE-Portfolio dan dengan harapan itu akan menjadi suau alat untuk menghadirkan mereka kepada para perekrut! Peserta didik akan didorong untuk membangun ikhtiar yang dinamis dalam RosE-Portfolio mereka di mana mereka bisa “hotlink” (menghubungkan) karya terbaik mereka dengan ikhtiar online. Ini akan memberi para rekruiter sebuah kesempatan untuk mengkaji contoh menulis, merancang proyek, mendokumentasikan pemahaman mereka tentang pentingnya perspektif global, etika dan sebagainya dalam suatu format multimedia.

7. Peran Fakultas

Apakah yang ada di dalamnya untuk fakultas? Sistem RosE-Portfolio adalah “Student Driven” (Mengarahkan peserta didik) mengeliminasi kebutuhan untuk fakultas menjadi tanggungjawab untuk kumpulan materi peserta didik untuk kepatuhan. Penasehat fakultas akan memiliki akses kepada RosE-Portfolio orang-orang yang dinasehati untuk tujuan mengkaji kemajuan mereka jika diperlukan. Misalnya, jika seorang peserta didik belum mengajukan materi dalam RosE-Portfolionya dalam suatu periode waktu, penasehat akan menerima suatu komunikasi elektronik yang memintanya untuk mendorong peserta didik mengajukan materi mendahului pendaftaran kelas untuk empat bulan berikut. Sebagai tambahan keuntungan-keuntungan bagi penasehatan peserta didik secara individu, informasi dapat disediakan untuk bagian akademik melalui penyortiran hasil-hasil dan penilaian fakultas oleh departemen. Proses ini akan diotomatiskan dan memberi data penilaian berkualitas yang dapat digunakan oleh departemen untuk menvalidasi usaha-usaha penilaian mereka sendiri. Sebagai tambahan, salah satu segi tambahan dari RosE-Portfolio adalah bahwa itu memungkinkan bagi perkembangan berkas departemen tertentu dalam RosE-Portfolio. Hal ini akan memungkinkan departemen untuk menidentifikasi outcome program tertentu sebagai tambahan terhadap hal-hal yang umum bagi seluruh peserta didik Rose-Hulman.

8. Perkembangan Potensial

Karena RosE-Portfolio dapat diakses setiap waktu darimana saja, potensi tersebut mencakup dewan penasehat nasional kami, alumni dan kelompok pemilih lainnya dalam menilai portofolio sebagai hal yang sangat riil. Reliabilitas inter-rater dapat dibentuk dengan mengajak semua penilai bersama-sama ke kampus untuk sesi selama setengah hari atau dapat dilakukan dalam kelompok kecil dengan menggunakan konferensi video. Sekali reliliabilitas inter rater dibentuk, RosE-Portfolio dapat dilihat dan dinilai dimana saja di dunia dimana orang dapat mengakses website tersebut. Nilai input dari para pemilih eksternal kami atas kualitas kerja peserta didik dakan memberi suatu perspektif bahwa bukan sekarang saja tersedia.

9. Merancang Sistem Anda Sendiri

Portofolio, apakah konvensional atau elektronik, mungkin bukan merupakan jawaban bagi setiap sekolah atau setiap program. Tapi keputusan untuk mendesain sistem portofolio elektronik, akan diarahkan oleh bagaimana anda menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa tujuan utama pengumpulan data?
    Portofolio dapat digunakan untuk menilai peserta didik secara individu dari program-program. Portofolio dapat dapat digunakan untuk menilai perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu atau menggunakan pendekatan “Showcase” di mana peserta didik diminta untuk mengajukan materi yang merepresentasikan pekerjaan terbaik. Sebagai ganti penilaian individu peserta didik, portofolio peserta didik dapat disampelkan mengguakan teknik-teknik sampling yang valid untuk menentukan apakah program atau outcome peserta didik secara lembaga terpenuhi, jika pendekatan Showcase digunakan, potret suatu portofolio elektronik dapat diambil setiap waktu untuk mendokumentasikan atau menandakan kemajuan peserta didik.
  2. Strategi apa yang akan anda gunakan untuk menilai materi yang diajukan dalam portofolio?
    Tetaplah ingat nasehat sebelumnya bahwa portofolio tidak berakhir pada portofolio itu sendiri, perlu memiliki rencana yang jelas pada bagaimana materi akan dikategorisasi dan dinilai dalam suatu yang penuh arti, cara yang terfokus yang relevan dengan keinginan anda terhadap outcome peserta didik. Karena potensi komitmen waktu dalam menilai portofolio untuk sejumlah outcome, rencana yang jelas perlu dikembangkan dalam rubrik untuk digunakan dan kemudahan akses dan penilaian portofolio. Perlu dipikirkan terlebih dahulu laporan penilaian apa yang mungkin mengandung hasil-hasil penilaian portofolio. Jika anda merencanakan untuk menggunakan portofolio untuk penilaian program jawaban pertanyaan berikut akan menuntun pengembangan proses.
  3. Apakah anda menilai segala sesuatu dalam setiap portofolio peserta didik?
    Jawaban pertanyaan ini akan menentukan jenis proses umpan balik yang dibangun ke dalam sistem tersebut. Jika program tersebut melibatkan sejumlah kecil peserta didik mungkin menjadi keinginan untuk menilai setiap portofolio. Namun, untuk program yang besar mungkin tidak praktis atau mungkin untuk menilai setiap portofolio. Jika itu masalahnya, pertimbangan harus diberikan untuk mengembangkan suatu mekanisme terhadap bagian sampel dari setiap portofolio peserta didik. Ini memerlukan teknik sampling untuk memilih satu bagian dari setiap bagian dari setiap portofolio peserta didik dari waktu ke waktu. Metode ini akan menjamin bahwa setiap peserta didik memiliki paling kurang bagian dari portofolio mereka yang yang dinilai oleh fakultas ini merupakan suatu segi yang dapat dibangun ke dalam desain e-portfolio. Dalam contoh ini tujuan utama dari portofolio adalah untuk menilai “program” dan bukan individu peserta didik. Namun, rancangan sebuah proses portofolio yang dikonstruksi dengan baik akan memungkinkan fakultas untuk menilai keterampilan individu peserta didik dan juga pengetahuannya.
  4. Apakah anda akan menilai satiap tujuan dan kriteria kinerja setiap tahun/semester?
    Di antara evaluator ada suatu ungkapan “E = M C2 ini berarti Evaluasi = pengukuran X akal sehat dikwadratkan” jika anda memiliki sebelas outcome peserta didik yang akan anda ukur (misal, EC 2000) dan masing-masing memiliki rata-rata enam kriteria kinerja, yaitu berpotensi 66 kepatuhan perpeserta didik, jika anda memiliki 100 peserta didik dalam program anda, ini adalah 6.600 poin data penilaian. Akal sehat akan mendikte bahwa anda harus mengembangkan suatu rencana untuk menilai portofolio yang didasarkan pada metodologi sampling, cobalah portofolio anda untuk area potensial masalah (yaitu, yang manakah outcome kinerja muncul menjadi yang paling problematik bagi peserta didik?) dan mengembangkan jadwal penilaian anda untuk memaksimalkan kemampuan anda untuk mengidentifikasi area untuk perbaikan awal dalam proses tersebut. Ya, semua outcome harus dinilai dengan sama ketatnya tetapi hasil-hasil dari penilaian itu akan berbeda. Ketika bukti menunjukan bahwa peserta didik mendapat kesulitan dalam mendemonstrasikan suatu outcome yang diinginkan pada tingkatan yang sesuai, perbaikan dapat dibuat dalam proses desain untuk mengangkat outcome dan penilaian baru dibuat outcome yang ditargetkan untuk perbaikan dapat dinilai lebih sering daripada outcome yang peserta didik secara konsisten temui. Desain sistem portofolio elektronik dapat mengotomatiskan penyelidikan dan proses sampling.
  5. Sumber-sumber apakah yang anda sediakan?
    Apapun bentuk penilaian tidak “bebas” untuk melakukan dengan tepat, penilaian membutuhkan waktu, uang, dan keterampilan. Pengembangnan RosE-Portfolio merupakan kulminasi dari perencanaan dua setengah tahun, rancangan, pengembangan, pengujian, perbaikan dan perencanaan implementasi. Pengembangan ini telah mengambil berjam-jam waktu fakultas, staf dan waktu peserta didik. Sekalipun penggunaan portofolio bukan merupakan cara yang paling bijak untuk mengumpulkan data penilaian, ada hubungan timbal balik yang konsisten antara kwalitas metode penilaian dan kelayakannya.