"Teknologi menyebarkan informasi demi berbagi pengetahuan"
 –
Tim Berners-Lee, penemu Web.

Saya tidak percaya kepada sinisme yang memandang weblog sebagai fenomena yang hanya akan menjadi trend sesaat. Kebutuhan orang untuk berbagi informasi akan setua dan selanggeng kebutuhan orang untuk ngobrol, curhat, mengajar, berpidato, atau mengekspresikan diri.

Bukan mustahil dua tahun -atau bahkan sebulan- ke depan akan muncul teknologi baru yang membuat weblog tampil tidak seperti yang kita nikmati saat ini. Mungkin saja. Tapi itu tidak berarti bahwa kebutuhan atas alat bantu self publishing dan kebutuhan berbagi informasi menjadi mati.

Technocrati, sebuah search engine yang mencatat apa yang terjadi d dunia weblogs, pada bulan Maret 2005 mencatat bahwa jumlah weblog naik 16 kali lipat dalam 20 bulan terakhir. Menurut surveinya, setiap hari muncul 30 ribu sampai 40 ribu weblog baru, dan setiap hari ada setengah juta isi baru ditampilkan di dunia weblog.

Soalnya adalah: “Informasi apa yang dibagikan lewat weblog? Apa isi weblog anda hari ini?”

Saya tidak punya angka statistik yang memberikan gambaran pasti mengenai jumlah dan jenis isi weblog yang dikelola oleh orang Indonesia dalam bahasa Indonesia. Sepintas lalu saya mendapat kesan bahwa kebanyakan bloger kita memposisikan weblog sebagai buku harian online. Tanpa menampikkan kehadiran beberapa weblog yang menyajikan isi yang berbeda, kebanyakan bloger kita mengisi weblognya dengan cerita dan opini di seputar kejadian yang dialaminya sendiri.

Salahkah? Belum tentu. Menulis apapun adalah terapi yang baik bagi penulisnya. Weblog yang berisikan cerita di seputar hidup sehari-hari penulisnya bahkan bisa dinikmati sebagai sebuah reality show oleh sebagian orang. Menuangkan opini dalam weblog adalah awal yang baik untuk bersikap terbuka terhadap budaya dialog. Mewartakan berbagai hal mengenai perusahaan anda di sebuah corporate weblog juga bagus sebagai kegiatan kehumasan, dan bisa merangsang pertumbuhan konsumen-berpengetahuan.

Bukan berarti tidak ada, yang masih terasa kurang adalah weblog berbahasa Indonesia yang menghidangkan jenis sajian informasi rujukan. Misalnya, agak susah rasanya untuk menemukan weblog yang berisikan informasi rujukan mengenai sejarah, hukum pertanian, kesenian, fisika, biologi, agama, bisnis kecil dan menengah, dan sejenisnya yang ditulis oleh orang yang kompeten.

Karena susah menuliskannya? Semestinya, tidak. Cobalah anda hitung, betapa banyak email yang berisi tipuan, desas-desus, maupun fitnah untuk membunuh sebuah karakter sudah beredar di Internet dalam bahasa Indonesia. Agar mampu meyakinkan pembacanya, menulis dan menyebarkan fitnah, desas-desus maupun penipuan pastilah menuntut pekerjaan yang susah dan sangat cermat. Jika orang bisa melakukan pekerjaan yang sulit seperti itu, maka jelas lebih mudah untuk menulis hal-hal yang benar-benar kita kuasai.

Atau, apakah anda menganggap bahwa jenis informasi rujukan itu tidak akan mampu menarik perhatian pengakses? Ah, siapa bilang? Ini hanya soal cara kita menyajikannya. Memang harus diakui, menulis informasi rujukan secara menarik –apalagi dengan medium web- membutuhkan strategi tertentu. Yang diperlukan untuk urusan ini hanya soal keterampilan menulis. Anda bisa melatih sendiri keterampilan menulis, atau –kalau mau- bisa juga mengikuti kursus di sekolah menulis untuk meningkatkan keterampilan anda.

Atau, apakah anda mengira bahwa tak ada orang yang membutuhkan informasi rujukan berbahasa Indonesia? Jelas salah jika anda mengira begitu. Jumlah sajian berbahasa Indonesia yang tersedia di Internet masih terbilang sangat sedikit.

Banyak pengguna Internet berbahasa Indonesia yang kelimpungan untuk menemukan sajian berbahasa Indonesia yang mereka butuhkan. Slogan "Internet akan membantu anak-anak belajar" cuma jadi omong kosong bagi anak, adik atau keponakan kita yang tidak mampu berbahasa Inggris. Anggapan "Internet akan membangkitkan masyarakat berpengetahuan" hanya jadi bunyi iklan yang buruk bagi sebagian besar orang Indonesia yang kemampuan berbahasa Inggrisnya pas-pasan. Kendala bahasa merupakan salah satu faktor penting yang menciptakan kesenjangan digital (digital divide).

Jadi, jika hari ini anda mulai menuliskan informasi-informasi rujukan dalam bahasa Indonesia di weblog anda, maka anda sudah ikut membantu menjembatani kesenjangan digital itu. Anda bisa memulainya dengan sesuatu yang benar-benar anda kuasai. Anda tak akan pernah tahu, ada sekian banyak orang yang akan berterimakasih jika anda berbagi informasi yang anda kuasai, yang mungkin bagi anda sendiri hal itu cuma pengetahuan yang biasa-biasa saja.

Weblog, sebagai teknologi, telah memungkinkan setiap orang punya suara, dan menjadi alat yang baik untuk berderma. Mendermakan sebagian isi kepala kita, tak akan membuat otak kita kosong melompong. Dan mendermakan pengetahuan lewat weblog jelas lebih mudah dan berpahala, ketimbang menulis tipuan dan membunuh orang lain lewat Internet.

** Dimuat pertamakali di detikcom (3 Juni 2005)