Merasa tak punya ide itu tidak bagus bagi stamina seorang penulis. Perasaan macam itu terkadang membuat si penulis loyo, karena merasa kurang darah. Itu sebabnya seorang penulis sebaiknya memahami dan menguasai betul keterampilan-keterampilan untuk menemukan dan menggali ide tulisan.

Sebaliknya, merasa punya banyak ide juga bisa membahayakan kerja si penulis. Jika si penulis tak bisa mengelolanya, ide-ide itu hanya akan merongrong proses kerja si penulis. Ide-ide  yang tak terkelola itu akan seperti gerombolan anjing yang menguntit sambil terus menerus menyalak ketika kita sedang olahraga lari pagi. Jika tidak ditempatkan dalam rencana kerja yang jelas, ide-ide itu bahkan hanya akan menjadi alasan bagi seorang penulis untuk tidak pernah menyelesaikan sebuah tulisan.

Sangat sering saya bertemu penulis -pemula maupun bangkotan- yang tidak menyelesaikan sebuah karya karena dia tergiur oleh ide-ide baru lain. Dia meninggalkan begitu saja draft tulisannya yang mungkin baru setengah jadi -atau bahkan baru sampai 3 paragraf karena tergoda untuk mengembangkan ide tulisan yang lain. Lalu, dia tergoda lagi untuk mengembangkan ide yang lain lagi. Begitu seterusnya sehingga ia tak pernah menyelesaikan satu karya secara utuh.

Seorang penulis, tentu saja, tidak harus sangat setia kepada rencana awal kerjanya. Ia boleh saja meninggalkan draft yang sudah separuh jalan ia tulis, lalu berpaling untuk mengembangkan dan menyelesaikan ide lain. Itu bisa saja dilakukan untuk alasan-alasan yang lebih jelas. Misal, ide yang baru mungkin lebih mendesak untuk diwujudkan ketimbang ide sebelumhnya. Atau, si penulis bisa lebih cepat menyelesaikan ide barunya ketimbang ide lama yang penuh hambatan yang belum mampu ia atasi.

Jika anda merasa punya banyak ide untuk ditulis, segeralah anda kelola dan tempatkan dalam rencana kerja yang jelas. Setiap ide itu harus berujung menjadi sebuah karya. Jangan biarkan ide-ide baru menjadi tempat bersembunyi anda ketika anda tidak menyelesaikan sebuah karya.

Jangan berdalih bahwa proses menulis lebih penting daripada menyelesaikan sebuah tulisan. Kenapa? Sebab menyelesaikan sebuah tulisan adalah bagian dari proses menulis.