Anda mau menjadi penulis kan?

Anda sudah menyelesaikan naskah anda. Itu langkah yang bagus dan benar.

Lalu, anda ingin naskah itu diterbitkan. Itu keinginan yang normal dan benar juga.

Anda kemudian menawarkan naskah itu ke penerbit yang cocok dengan jenis naskah yang anda tulis dan membidik pasar pembaca yang sesuai pula dengan naskah anda. Itu strategi yang tepat.

Selanjutnya anda memimpikan acara launching buku besar-besaran dengan liputan media nasional? Nanti dulu! Ini belum tentu harapan yang patut anda patok.

Saya sering bertemu dengan penulis muda pemula yang, belum-belum, sudah mematok acara launching buku yang heboh sebagai sebuah perayaan.  Seolah-olah, acara launching buku itu menjadi salah satu tujuannya.

Sebagai penulis, tentu saja anda patut bergembira atas terbitnya naskah anda. Anda boleh merayakannya tapi sebaiknya itu tidak disangkutpautkan dengan acara launching buku.  Acara peluncuran buku anda lebih merupakan salah satu cara promosi saja. Agar efektif, seluruh rencana dan pernak-pernik acara launching buku harus didasarkan atas tujuan promosi; tidak dicampur aduk dengan sentimen-sentimen pribadi anda sebagai penulis.

Karena hanya merupakan salah satu cara promosi saja, acara launching buku sebetulnya belum tentu cocok untuk segala jenis buku yang diterbitkan. Bukan mustahil promosi buku anda pun tidak cocok dilangsungkan dalam bentuk acara launching buku. Bukan mustahil. Jadi, sebaiknya anda tidak memasukan acara launcing buku ke dalam daftar impian anda; apalagi menjadikannya sebagai tujuan dari proses kreatif anda sebagai penulis. Tidak usah.

Ketimbang memimpikan launching buku sebagai perayaan sukses anda dalam menyelesaikan satu naskah, anda sebaiknya memusatkan perhatian untuk menghasilkan karya yang bagus, dan menemukan serta menjalin kerjasama dengen penerbit yang cocok: yang bisa membuat naskah anda menjadi buku yang hebat, mempromosikannya dengan tepat, dan melayani  pembaca yang anda sasar dengan baik.