berhari-hari kami mencarimu
tapi tak ketemu
sementara kelelahan sudah siap mengancam jalannya pencarian
kamu malah bercinta
untuk mengelabui sang waktu

berminggu-minggu kami mencarimu
tapi tak juga ketemu
kamu minggat tinggalkan berjuta bocah
dalam kebutaan zaman yang binal
tanpa sisakan barang sedikit sinar

berjuta-juta mil kami langkahkan kaki
karena gusar menghadapi badai sejarah umat manusia
tanpa selembar pun peta
karena kamu telah renggut semua kenyataan
dan menukarnya dengan kegelapan
karena kamu telah rampas seluruh harapan
dari tangan kami,
bocah-bocah yang masih gamang untuk menggenggam

mana mungkin sejarah berubah
dengan wajah hari esok tanpa biji mata
ya
kamilah benih yang tercerabut dari akarnya
lalu menjadi onggokan daging bisu
yang siap diterlantarkan siapa pun
atau lalu terkurung
dalam kibaran panji-panji pelangi tanpa ruh manusia
atau lalu terkapar di gua-gua sang pertapa
atau lalu terkatung-katung jadi pengembara
yang tak putus-putusnya bergumam tentang moksa
atau lalu menepikan segala peluh untuk mengejarmu

berbulan-bulan kami mengejarmu
tapi kamu ngumpet entah di kelambu mana
sambil sumpah serapahi waktu
dan mungkin terbang dengan satu dua teguk sampanye

tapi kamu lupa,
kawan kami adalah matahari
yang tak pernah capek
sampai kiamat nanti
kami tetap terus gusar
selama kamu tak pernah buka pintu bagi moksa

Yogyakarta, 27 Mei 1989