Memimpikan Launching Buku?
Sebagai penulis, tentu saja anda patut bergembira atas terbitnya naskah anda. Anda boleh merayakannya tapi sebaiknya itu tidak disangkutpautkan dengan acara launching buku.
Self Publishing Bukan Melulu Menggandakan Naskah
Sebagai penerbit, seorang penulis harus berorientasi kepada pembaca. Ia tidak bisa mengumbar maunya sendiri tanpa mempertimbangkan pembaca yang disasarnya. Self publishing bukanlah jalan keluar bagi penulis yang egois
Bersembunyi Di Timbunan Ide
Merasa tak punya ide itu tidak bagus bagi stamina seorang penulis. Perasaan macam itu terkadang membuat si penulis loyo, karena merasa kurang darah. Itu sebabnya seorang penulis sebaiknya memahami dan menguasai betul keterampilan-keterampilan untuk menemukan dan menggali ide tulisan.Sebaliknya, merasa punya banyak ide juga bisa membahayakan kerja si penulis.
Menulis Itu Persuasi
Pada kebanyakan jenis tulisan, tindakan menulis adalah sebuah persuasi. Pada saat menulis, anda sedang mencoba meyakinkan pembaca anda agar mau bersepakat dengan anda dalam melihat sesuatu. Filsafat politik dalam komunikasi tertulis adalah: “Typing is Convincing, Reading is Believing”
Tidak Mood Untuk Menulis?
Mood? Anda bilang, anda tidak mulai menulis karena anda merasa sedang tidak mood? Belum berada dalam suasana hati yang pas untuk menulis? Kalau anda yakin bahwa persoalan utama menulis anda adalah mood, cobalah bayangkan bos anda. Atau boleh juga anda membayangkan pelayan rumah makan langganan anda.
Satu Toilet Sepuluh Novel
“Mas tahu, sekali saya masuk toilet, saya bisa menghasilkan sepuluh novel,” katanya bersemangat. Lalu kelas pun riuh. Hampir semua peserta berkomentar dengan suara bergumam. Tak terlalu jelas apa komentar mereka untuk bualan temannya itu.
Bangun Siang Di Depan Meja Yang Berantakan
Jim! Jim! Kaki mabukmu mengetuk-ngetuk tengkukku. Jim! Jim! Para leluhur Indian di sekeliling mahkotamu. Jim! Jim! Kadal gurun menunggumu di tengah cuaca yang serba tak menentu. Jakarta, 29 September 2010
Menjadi Intim Dengan Ebook
Ebook memang menggoda. Ada sekian ratus ribu judul ebook tersedia gratis dan legal di Internet. Cobalah tengok Project Gutenberg. Kalaupun harus membeli, harga ebook jauh lebih murah daripada harga buku cetak.Celakanya, membaca ebook di komputer desktop maupun laptop memang tidak nyaman. Tidak intim. Juga kurang rileks.
Salesman Nekad
Pernahkah rumah Anda didatangi oleh seorang salesman yang super nekad? Saya mengalaminya beberapa kali. Dulu. Sekarang sudah jarang ada salesman yang 'bertamu' ke rumah.
Ambillah Seluruh Kesempatan Menulis
Untuk menjadi penulis, yang pertama-tama harus kita lakukan adalah menulis. Tak ada cara lain untuk mengawali langkah menjadi penulis selain menulis itu sendiri.
Dari Cai Lun Ke Amazon.com
Pada masa-masa awalnya, e-book juga merampas pengalaman-pengalaman lama kita dengan buku cetak. E-book tidak memberikan rasa intim karena kita tidak leluasa untuk membacanya. Kita tidak bisa membaca e-book sambil menyandarkan leher dan menjulurkan kaki kita di sofa.
- «
-
01
Memimpikan Launching Buku?
-
02
Self Publishing Bukan Melulu Menggandakan Naskah
-
03
Bersembunyi Di Timbunan Ide
-
04
Menulis Itu Persuasi
-
05
Tidak Mood Untuk Menulis?
-
06
Satu Toilet Sepuluh Novel
-
07
Bangun Siang Di Depan Meja Yang Berantakan
-
08
Menjadi Intim Dengan Ebook
-
09
Salesman Nekad
-
10
Ambillah Seluruh Kesempatan Menulis
-
11
Dari Cai Lun Ke Amazon.com
- »
- Pause
Peperangan 2.0Yayan Sopyan - Jumat, 21 Januari 2011Dalam perang propaganda pada era ini, yang harus kita takutkan bukanlah musuh kita. Takutlah kepada mereka yang menjadikan kita sebagai prajurit dan meriamnya tanpa kita sadari. |