Bahaya Cara Kita Memahami AI

Bahaya Cara Kita Memahami AI

AI sering dianggap sebagai makhluk tunggal yang bisa berpikir dan memilih sendiri. Cara pandang ini menyesatkan dan berbahaya, terutama saat tanggung jawab manusia mulai kabur.

Menulis & Storytelling

Apa Jadinya Kalau Kisah Hidupmu Tak Pernah Diceritakan?

Apa Jadinya Kalau Kisah Hidupmu Tak Pernah Diceritakan?

Setiap kisah hidup berharga, tapi apa jadinya jika tak pernah diceritakan? Menulis memoar bukan...

Trump, Zelensky, dan Perebutan Kendali Narasi

Trump, Zelensky, dan Perebutan Kendali Narasi

Bagaimana pertemuan antara Trump dan Zelensky di Gedung Putih berubah dari diplomasi menjadi duel...

Catatan

Nasib Cerita di Era AI
Nasib Cerita di Era AI

Di era AI, cerita berubah jadi data—dan data jadi cerita. Tapi di mana letak makna ketika hidup...

Kita yang Harus Belajar Membaca, Bukan Mesin yang Harus Berhenti Menulis
Kita yang Harus Belajar Membaca, Bukan Mesin yang Harus Berhenti Menulis

AI makin canggih, tapi juga makin sering berhalusinasi. Mungkin masalahnya bukan pada mesinnya,...

Sajak Bocah Gamang

"Waiting" karya Yuri Pimenov

(buat: EY)

yulia,
yulia, dimana harus kutemukan kamu?
kabut sisa malam halangi pandanganku
hawa dingin telah bekukan keringat kerjaku
dari mana harus kumulai segala kebangkitan, yulia?
reruntuhan ini tak akan pernah menjadi apa pun
di bawah ancaman kekuasaan
yang ingkari pergantian

yulia,
yulia,
jangan ambil jarak
seorang lelaki yang dihempaskan oleh amarah kekuasaan
selalu butuhkan kedamaian samadhi sebuah percintaan
yulia,
kemana harus kucari tanganmu untuk kugenggam?
aku gamang melihat antrian pengangguran
yang dicabik-cabik permainan kekuasaan ya, yulia,
selalu kekuasaan menjadi ruh iblis setiap zaman

yulia,
mendekatlah aku tak tahan sendirian
melihat senjakala yang angkuh
yang menelantarkan bocah-bocah di klub malam,
di rumah-rumah pelacuran,
di kelas-kelas kosong,
bocah-bocah yang disalibkan di tengah ijazah yang tanpa rasa

yulia,
apakah ini semua mimpi buruk setiap bocah zaman kita?
dan kita cuma bakal jadi saksi?

Yogyakarta, 09 Nopember 1989

Kontak