Beti, Bento, dan Nama-nama lainnya

Beti, Bento, dan Nama-nama lainnya

Nama bukan sekadar penanda. Ia bisa menjadi tempat ingatan, emosi, dan hubungan berdiam. Lalu, apa sebenarnya yang kita lakukan ketika memberi nama kepada seseorang atau sesuatu?

Menulis & Storytelling

Idea Cascade

Idea Cascade

Kadang menunda bukan berarti berhenti. Dalam proses menulis, satu naskah bisa tertahan bukan...

Tidak Semua Esai Ditulis dengan Cara yang Sama

Tidak Semua Esai Ditulis dengan Cara yang Sama

Esai itu satu nama, tapi bentuk dan tujuannya bisa sangat berbeda. Apa bedanya menulis untuk...

Catatan

Seolah-olah Urusan Etika
Seolah-olah Urusan Etika

Setiap kritik terhadap penguasa sering kali dibelokkan. Bukan isinya yang dibahas, melainkan etika si...

Artificial Intelligence Apa Adanya
Artificial Intelligence Apa Adanya

AI sering kita bayangkan seperti makhluk hidup. Padahal ia hanya alat. Yang berubah justru cara...

Silhuet Siapa Itu?

"Masai Two Generations" karya Hyatt Moore

Siapa dia, lelaki di ujung cakrawala, ujudnya dalam silhuet senja?

"Aku laskar tua, nak. Tak punya apa-apa di batas ini senja, selain sepasang sepatu lars dan bedil tua juga. Tak ingin apa-apa, selain menjadi raja bagi burung- burung, bagi ikan-ikan, bagi pohonan, bagi monumen dan menara-menara."

Yang tua menjadi tua, yang muda menjadi tua, karena ia memilih menjadi serigala.

"Bukan. Aku hanya serdadu tua saja. Tak ingin apa-apa, selain menjadi suami bagi semua perempuan, menjadi bapak bagi semua bocah, menjadi mercusuar bagi semua kapal."

Yang tua menjadi muda, yang muda tetap belia, karena ia mencinta segala-gala; bukan karena ia menguasa segala-gala.

Siapakah aku dan engkau, dalam rentangan zaman? Siapakah aku dan engkau, dalam silau cahaya yang terpantul dari matahari ke kaca gedung bertingkat?

Yogya, 14 Nopember 1990. 01.07 WIB

Kontak