Kemarahan Kita Tampaknya Bukan untuk Tyas
Kemarahan kita mungkin bukan tentang satu kalimat. Ia adalah gema dari kekecewaan yang lebih lama—tentang keadilan, kepercayaan, dan arah negeri yang terasa makin goyah.
Menulis & Storytelling
Tidak Semua Esai Ditulis dengan Cara yang Sama
Esai itu satu nama, tapi bentuk dan tujuannya bisa sangat berbeda. Apa bedanya menulis untuk...
Apa Jadinya Kalau Kisah Hidupmu Tak Pernah Diceritakan?
Setiap kisah hidup berharga, tapi apa jadinya jika tak pernah diceritakan? Menulis memoar bukan...
Catatan
Artificial Intelligence Apa Adanya
AI sering kita bayangkan seperti makhluk hidup. Padahal ia hanya alat. Yang berubah justru cara...
Siapa yang Sebenarnya Memaknai: Kita ataukah Mesin?
Mesin bisa memahami bahasa, tapi belum tentu makna. Lalu, siapa sebenarnya yang memaknai: manusia...
Bangun Siang
- Details
- By Yayan Sopyan
Dua belas tahun lalu saya bangun siang. Matahari yang menembus kaca mobil terasa tidak enak di wajah saya, yang terasa tebal. Saya baru tidur selepas azan subuh pagi itu, dan ingin segera berangkat ke kantor beberapa jam kemudian.Saya tidak sabar untuk segera mengabarkan bahwa segalanya bisa dimulai sejak hari itu.Bagi saya, hari itu adalah hari istimewa. Saya meminta tolong Novi memesankan pizza. Saya merayakannya sesederhana itu saja, sambil meyakini bahwa hari itu akan dirayakan oleh lebih banyak orang kelak nanti. Saya meyakininya sejak dalam pikiran.






