Kemarahan Kita Tampaknya Bukan untuk Tyas

Kemarahan Kita Tampaknya Bukan untuk Tyas

Kemarahan kita mungkin bukan tentang satu kalimat. Ia adalah gema dari kekecewaan yang lebih lama—tentang keadilan, kepercayaan, dan arah negeri yang terasa makin goyah.
Seolah-olah Urusan Etika

Seolah-olah Urusan Etika

Idea Cascade

Idea Cascade

Menulis & Storytelling

Tidak Semua Esai Ditulis dengan Cara yang Sama

Tidak Semua Esai Ditulis dengan Cara yang Sama

Esai itu satu nama, tapi bentuk dan tujuannya bisa sangat berbeda. Apa bedanya menulis untuk...

Apa Jadinya Kalau Kisah Hidupmu Tak Pernah Diceritakan?

Apa Jadinya Kalau Kisah Hidupmu Tak Pernah Diceritakan?

Setiap kisah hidup berharga, tapi apa jadinya jika tak pernah diceritakan? Menulis memoar bukan...

Catatan

Artificial Intelligence Apa Adanya
Artificial Intelligence Apa Adanya

AI sering kita bayangkan seperti makhluk hidup. Padahal ia hanya alat. Yang berubah justru cara...

Siapa yang Sebenarnya Memaknai: Kita ataukah Mesin?
Siapa yang Sebenarnya Memaknai: Kita ataukah Mesin?

Mesin bisa memahami bahasa, tapi belum tentu makna. Lalu, siapa sebenarnya yang memaknai: manusia...

Mesin & Konteks Cabul

Memblokir konten cabul itu baik-baik saja. Toh tak ada seorangpun di Indonesia yang berani mengakui dirinya sebagai pendukung pornografi.

Cuma saja, urusan teknik dan metoda pemblokiran itu sendiri tidak boleh diabaikan. Kesalahan dalam urusan itu bisa mengancam hak lain dari warga negara di luar urusan cabul.

Metoda pemblokiran berdasarkan kata kunci, misal. Bayangkanlah, jika kata “seks” termasuk kata kunci yang diblokir maka artikel ilmiah tentang “pendidikan seks” ikut terblokir. Mesin bisa mengenali teks, tapi belum ada mesin yang memahami konteks.

Kontak